Perkuat Tata Kelola ASN, BKPSDM Kabupaten Lamongan Gelar Bimtek Manajemen ASN Tahun 2026
Date Published

Lamongan – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lamongan telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen ASN Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta kapasitas aparatur dalam pengelolaan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan ini diikuti oleh 135 peserta yang terdiri atas Pejabat/Pengelola Kepegawaian dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Bimtek Manajemen ASN Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Lamongan, Farah Damayanti Zubaidah, S.Sos., M.Si., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya penguatan kompetensi pengelola kepegawaian guna mendukung terwujudnya tata kelola ASN yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dengan metode blended learning, yang memadukan pembelajaran daring dan luring. Sesi daring diselenggarakan pada tanggal 19–20 Mei 2026 melalui Zoom Meeting, sedangkan sesi luring dilaksanakan pada 21 Mei 2026 di Yogyakarta.
Pada pelaksanaan Bimtek Manajemen ASN Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada tanggal 19–20 Mei 2026, peserta memperoleh materi dari narasumber internal maupun eksternal. Narasumber internal terdiri atas Kepala BKPSDM Kabupaten Lamongan beserta seluruh Kepala Bidang di lingkungan BKPSDM Kabupaten Lamongan, sedangkan narasumber eksternal berasal dari BPSDM Provinsi Jawa Timur dan Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek strategis dalam pengelolaan ASN, diantaranya adalah materi Pengembangan Kompetensi Terintegrasi melalui Pendekatan Corporate University (CORPU) yang disampaikan oleh narasumber dari BPSDM Provinsi Jawa Timur. Materi ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengembangan kompetensi ASN yang terintegrasi dan berkelanjutan melalui pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada isu strategis Organisasi. Selain itu, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai Pembangunan dan Penerapan Manajemen Talenta ASN yang disampaikan oleh narasumber dari Kantor Regional II BKN. Materi tersebut menekankan pentingnya pengelolaan talenta sebagai dasar pengembangan karier ASN yang objektif, terukur, dan berbasis kompetensi. Untuk memperluas pemahaman terkait implementasi manajemen talenta ASN, sesi ini turut diikuti oleh seluruh Pejabat Struktural dan Jabatan Fungsional Ahli Muda hasil penyetaraan yang telah mengikuti profiling ASN di Kantor Regional II BKN pada tahun 2025.
Selain materi yang disampaikan oleh narasumber eksternal, peserta juga mendapatkan berbagai materi teknis dari BKPSDM Kabupaten Lamongan, meliputi Pembinaan Jabatan Fungsional ASN yang disampaikan oleh Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan (PKAP), Peningkatan Validitas Data Kepegawaian untuk Mendukung Tata Kelola ASN oleh Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian (PPIK), Kebijakan Mekanisme Tugas Belajar dan Layanan Pencantuman Gelar oleh Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), serta Mekanisme Mutasi Dalam Daerah dan Antar Daerah yang disampaikan oleh Bidang Mutasi dan Promosi ASN BKPSDM Kabupaten Lamongan. Melalui materi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai kebijakan dan layanan kepegawaian yang menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola ASN yang efektif, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selanjutnya, pada sesi pembelajaran luring di Yogyakarta, peserta memperoleh materi mengenai Transformasi Manajemen ASN Menuju Birokrasi Modern dan Berdaya Saing yang disampaikan oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Lamongan. Materi ini menekankan pentingnya adaptasi birokrasi terhadap perkembangan zaman, penguatan budaya kerja profesional, serta peningkatan kualitas pelayanan publik melalui pengelolaan ASN yang modern dan berbasis kompetensi digital.
Sebagai bagian dari penguatan soft competency, peserta memperoleh materi motivasi “Penguatan Tim melalui Sinergi Peran Individu, Inisiatif, dan Kepedulian Kerja” yang disampaikan oleh Rizki Erdiantoro, M.Pd., motivator dari Empower Institute Indonesia. Melalui sesi ini, peserta diajak untuk menumbuhkan inisiatif dan sinergi peran individu dalam memperkuat kolaborasi, meningkatkan kepedulian terhadap organisasi, serta membangun semangat kerja yang produktif dalam mendukung pencapaian tujuan instansi.
Melalui berbagai materi yang telah diberikan dalam pelaksanaan Bimtek Manajemen ASN Tahun 2026, diharapkan para Pejabat/Pengelola Kepegawaian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan dapat semakin memahami berbagai kebijakan manajemen ASN serta mampu mengimplementasikannya secara optimal di perangkat daerah masing-masing guna mendukung terwujudnya tata kelola ASN yang profesional, adaptif, dan berbasis sistem merit.
